PROGRAM MAGANG SEBAGAI BEKAL CALON GURU
Pendidikan
merupakan usaha sadar dan terencana untuk menciptakan suasana belajar mengajar
antara guru dan peserta didik. Pendidikan dapat membantu peserta didik untuk mempunyai
kepribadian, pengetahuan, kecerdasan, keterampilan dan manfaat bagi diri
sendiri maupun orang lain. Peserta didik akan dibimbing, dilatih dan dinasihati
oleh guru untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi masyarakat.
Guru
adalah seorang tenaga pendidik yang menyampaikan berbagai ilmu pengetahuan dan
agama kepada peserta didik. Guru sebagai profesi yang mulia karena memiliki
tanggung jawab yang berat. Selain itu guru mempunyai peran penting dalam dunia
pendidikan, karena harus mengantarkan peserta didik untuk masa depan yang cerah.
Kondisi generasi penerus bangsa saat ini merupakan hasil dari guru kemarin,
begitupun sebaliknya kondisi bangsa saat ini ditentukan oleh guru saat ini.
Pernyataan ini dinyatakan oleh Manihuruk (dalam Surat Kabar Kompas 16 Oktober 2001)
bahwa “wajah bangsa yang anda saksikan hari ini adalah hasil kerja keras guru
kemarin”.
Ada empat kompetensi yang harus dimiliki oleh
calon guru yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi
sosial dan kompetensi kepribadian. Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan
yang harus dimiliki oleh guru dalam menguasai ruang kelas. Kompetensi
profesional merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh guru dalam menguasai
kurikulum, metode dan materi pelajaran yang akan disampaikan. Kompetensi sosial
adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh guru untuk berinteraksi dengan
lingkungan sekolah. Kompetensi kepribadian adalah kemampuan yang harus dimiliki
oleh guru dalam memberikan contoh teladan bagi peserta didik.
Program
magang dapat menguatkan kompetensi yang
harus dimiliki oleh calon guru. Sebelum terjun langsung ke sekolah, calon guru
harus mempunyai bekal dengan mengikuti program magang yang diadakan oleh kampus
FKIP atau Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan
di seluruh Indonesia. FKIP terdiri dari mahasiswa-mahasiswa yang memang
mempunyai minat untuk menjadi seorang pendidik, yang nantinya dapat menjadi
seorang guru atau dosen.
FKIP
Universitas Muhammadiyah Surakarta terdiri dari program studi pendidikan
matematika, pendidikan biologi, pendidikan kewarganegaraan, pendidikan bahasa
Indonesia, pendidikan geografi, pendidikan bahasa Inggris dan pendidikan
jasmani, olahraga dan kesehatan. Perlu diketahui ada salah satu mata kuliah
yang digunakan sebagai syarat untuk mengikuti program magang yaitu
microteaching.
Bagi
seorang calon guru pasti tidak akan
asing lagi mengenai program microteaching dan magang. Kedua kegiatan itu
sebagai senjata yang sangat penting bagi calon guru di seluruh Indonesia. Microteaching
adalah salah satu mata kuliah yang harus ditempuh oleh mahasiswa FKIP untuk
melakukan praktik mengajar dalam lingkup kecil. Artinya, bahwa calon guru melakukan
proses pembelajaran dengan jumlah siswa terbatas, waktu singat dan materi yang
dipersempit.
Sebelum
praktik mengajar, mahasiswa harus menyusun perangkat pembelajaran. Seperti
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau RPP dan silabus yang dapat digunakan
sebagai pedoman calon guru saat proses pembelajaran berlangsung. Keterampilan
dasar ini sebagai proses pembelajaran bagi calon guru yang berjalan sesuai
dengan tujuan pendidikan. Kegiatan microteaching bertujuan untuk memberikan
pengalaman kepada calon guru untuk mengajar secara profesional dan memberikan
persiapan untuk terjun langsung ke lapangan sekolah ketika sudah mempunyai
ijazah sarjana.
Magang sebagai salah
satu kegiatan yang diadakan oleh kampus. Magang di lingkungan kampus sering
dikenal dengan PLP. Pengenalan Lapangan Persekolahan yang sering disingkat PLP
merupakan mata program wajib yang harus di tempuh oleh mahasiswa FKIP untuk
mendapatkan gelar sarjana. Pengenalan lapangan persekolahan (PLP) terbagi
menjadi dua tahap yaitu tahap I dan II. Pengenalan
lapangan persekolahan (PLP) tahap I FKIP
dan FAI dilaksanakan selama 2 minggu pada awal semester 3. Mahasiswa hanya
melakukan observasi sekolah yang sudah dijadwalkan oleh kampus. Jadwal untuk
satu minggu pertama adalah pengenalan stuktur sekolah yang disampaikan oleh
pihak perwakilan sekolah masing-masing. Jadwal untuk satu minggu berikutnya
yaitu pengenalan perangkat pembelajaran oleh guru pamong kepada masing-masing
progran studi.
Selama dua minggu
mahasiwa juga harus memahami lingkungan sekolah. Seperti ruangan apa saja yang
ada di sekolah, berapa jumlah ruang kelas, berapa jumlah ruang guru, berapa
jumlah kamar mandi, berapa jumlah kantin, bagaimana keadaan laboratorium,
bagaimana keadaan perpustakaan, bagaimana keadaan siswa-siswi dan lain-lain. Mahasiswa
harus benar-benar memahami dengan jelas dan mendalam.
Setelah kegiatan
pengenalan lapangan persekolahan (PLP) I selesai, mahasiswa harus menyusun
laporan sesuai format yang sudah ditentukan dan dibimbing oleh dosen lapangan masing-masing
program studi. Jika laporan sudah dapat persetujuan dari pihak sekolah dan
dosen pembimbing lapangan,laporan langsung diarsipkan ke laboratorium
microteaching dan melakukan presentasi artikel ilmiah. Data yang digunakan
dalam luaran laporan kegiatan pengenalan lapangan persekolah (PLP) I adalah
kegiatan sekolah tempat magang calon guru. Oleh karena itu selama
kegiatan pengenalan lapangan persekolahan (PLP) I berlangsung mahasiswa sebagai
calon guru harus memahami keadaan lingkungan sekolah dengan baik.
Perlu
diketahui bahwa kegiatan pengenalan lapangan persekolah (PLP) I mahasiswa
sebagai calon guru tidak diizinkan mengajar di kelas. Kegiatan pengenalan
lapangan persekolah (PLP) tahap I dapat memberikan pengetahuan atau gambaran
kepada calon guru untuk kegiatan
pembelajaran secara tersusun. Jadi, tujuan dari program magang I adalah
membangun kepribadian dan memantapkan kompetensi akademik yang dimiliki oleh
calon guru.
Pengenalan lapangan
persekolahan (PLP) II merupakan tahap kedua dalam pengenalan lapangan
persekolahan untuk mendapatkan gelar sarjana. Pengenalan lapangan persekolahan
(PLP) II dilaksanakan oleh mahasiswa sebagai calon guru pada semester tujuh.
Waktu pelaksanaan 1,5 bulan, pada akhir bulan Juli-September. Kegiatan PLP II
dilaksanan di sekolah mitra yang bekerja sama dengan pihak kampus.
Kegiatan pengenalan lapangan
persekolahan (PLP) II mahasiwa sebagai calon guru tidak hanya melakukan
observasi tetapi diberi kesempatan untuk melakukan telaah kurikulum, membuat
perangkat pembelajaran yang digunakan guru sebagi pedoman untuk mengajar,
menelaah strategi pembelajaran, menelaah sistem evaluasi yang digunkan oleh
guru untuk penilaian peserta didik, membantu guru pamong untuk (pengembangan
media pembelajaran, pengembangkan bahan ajar, menerapkan pembelajaran di
kelas), menelaah pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, mendampingi
peserta didik melakukan kegiatan ekstrakurikuler seperti (pramuka, tapak suci,
palang merah remaja dan kegiatan lainnya), latihan mengajar di kelas dengan
bimbingan guru pamong masing-masing program studi yang bertujuan untuk memantapkan
jiwa sebagai calon guru dan membantu guru dalam melaksanakan administrasi.
Pengenalan
lapangan persekolah (PLP) II calon guru akan lebih aktif dari PLP I, karena
calon guru harus menyiapkan tiga rencana pelaksanaan pembelajaran dengan waktu
yang singkat. Selain RPP calon guru harus menyiapkan sumber belajar yang
lengkap dan menyedikan metode menarik. Calon guru harus benar-benar
mempersiapkan diri untuk mengajar secara langsung dengan didampingi guru
pamong.
Pengenalan
lapangan persekolahan (PLP) II calon guru berstatus sebagai asisten guru. Kegiatan
pengenalan lapangan persekolahan (PLP) II lebih menyenangkan daripada PLP I,
karena calon guru bisa mendapatkan pengetahuan sekaligus pengalaman sebagai
bekal kelak nanti. Sekolah dapat
menggunakan kurikulum 2006 atau kurikulum 2013.
Sebagai
calon guru harus mengetahui perbedaan antara kurikulum 2006 dan kurikulum 2013.
Kurikulum 2006 guru lebih aktif daripada
siswa, sedangkan kurikulum 2013 guru hanya sebagai fasilitator. Calon guru
harus dapat memposisikan diri ketika terjun langsung di sekolah.
Saya
lebih setuju penggunaan kurikulum 2006 untuk setiap sekolah, karena guru dapat
mempersiapkan diri dengan baik ketika mengajar. Berbeda dengan kurikulum 2013
guru tidak perlu mempersiapkan materi ketika pembelajaran, karena guru hanya
pendamping saja. Calon guru dapat menerapkan pengalaman dari kedua kegiatan itu
ketika sudah terjun dalam dunia pekerjaan, seperti membuat silabus dan RPP
secara terususun serta menentukan sumber belajar yang menarik bagi siswa.
Metode
pembelajaran harus dipahami betul oleh calon guru, agar peserta didik mudah
untuk memahami kompetensi yang akan dicapai.
Sehingga materi pembelajaran yang sudah dijelaskan oleh guru dapat
diimplementasikan di dalam kehidupan sehari-hari.
Program
magang atau PLP sudah berjalan sejak lama, sebagai calon guru diharapkan dapat
membuka sebuah pemikiran secara luas untuk ide-ide yang menarik di dunia pendidikan. Kegiatan
PLP I dan II sebagai bekal bagi calon untuk menjadi seorang pendidik yang profesional
sesuai dengan tujuan pendidikan yang diingkan.
Jadi, program magang II
bertujuan untuk memantapkan kompetensi akademik pendidikan dan mengembangkan
kemapuan calon guru dalam pembuatan RPP yang berkaitan dengan mata pelajaran.
Mahasiswa sebagai calon guru diharapkan mempunyai keterampilan, pengetahuan dan
tingkah laku yang mencerminkan guru profesional sesuai dengan bidangnya.
Sehingga, mahasiswa calon guru dapat diarahkan untuk mendapatkan bekal secara
langsung di sekolah tertentu.
Manfaat program magang
bagi calon guru yaitu mendapatkan pengalaman bidang manajemen sekolah,
mendapatkan pengalaman melalui pengamatan proses pembelajaran di kelas,
mendapatkan pengalaman untuk membangun kompetensi (pedagogik, profesional,
kepribadian dan sosial) di sekolah, memperoleh pengalaman keterampilan untuk
melaksanakan proses pembelajaran dan memberikan kesempatan kepada calon guru
untuk berperan sebagai fasilitator dan motivator untuk peserta didik. Jika
mahasiswa calon guru telah melaksanakan magang, artinya calon guru dapat
melihat proses kerja secara langsung. Bisa saja mahasiswa calon guru terlibat
dalam mengerjakan tugas-tugas sebagaimana karyawan lainnya.
Melalui program magang
mahasiswa akan mengetahui masalah-masalah yang timbul di dalam kelas. Mahasiswa
calon guru dapat belajar mengatasi masalah yang sedang terjadi dalam
mengerjakan tugas, karena guru pamong membimbing dalam melaksanakan pekerjaan.
Terkadang guru terlihat ragu-ragu ketika menyampaikan ilmu kepada peserta didik,
melalui program magang mahasiswa calon guru diharapkan untuk percaya dalam
menyampaikan wawasan dan mengambil keputusan. Pengalaman magang yang sangat
luar biasa, dapat diterapkan calon guru dalam dunia kerja.








