Monday, January 13, 2020

Esai


PROGRAM MAGANG SEBAGAI BEKAL CALON GURU


Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk menciptakan suasana belajar mengajar antara guru dan peserta didik. Pendidikan dapat membantu peserta didik untuk mempunyai kepribadian, pengetahuan, kecerdasan, keterampilan dan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Peserta didik akan dibimbing, dilatih dan dinasihati oleh guru untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi masyarakat.
Guru adalah seorang tenaga pendidik yang menyampaikan berbagai ilmu pengetahuan dan agama kepada peserta didik. Guru sebagai profesi yang mulia karena memiliki tanggung jawab yang berat. Selain itu guru mempunyai peran penting dalam dunia pendidikan, karena harus mengantarkan peserta didik untuk masa depan yang cerah. Kondisi generasi penerus bangsa saat ini merupakan hasil dari guru kemarin, begitupun sebaliknya kondisi bangsa saat ini ditentukan oleh guru saat ini. Pernyataan ini dinyatakan oleh Manihuruk (dalam Surat Kabar Kompas 16 Oktober 2001) bahwa “wajah bangsa yang anda saksikan hari ini adalah hasil kerja keras guru kemarin”.
 Ada empat kompetensi yang harus dimiliki oleh calon guru yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi sosial dan kompetensi kepribadian. Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh guru dalam menguasai ruang kelas. Kompetensi profesional merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh guru dalam menguasai kurikulum, metode dan materi pelajaran yang akan disampaikan. Kompetensi sosial adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh guru untuk berinteraksi dengan lingkungan sekolah. Kompetensi kepribadian adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh guru dalam memberikan contoh teladan bagi peserta didik.
Program magang  dapat menguatkan kompetensi yang harus dimiliki oleh calon guru. Sebelum terjun langsung ke sekolah, calon guru harus mempunyai bekal dengan mengikuti program magang yang diadakan oleh kampus FKIP atau Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan  di seluruh Indonesia. FKIP terdiri dari mahasiswa-mahasiswa yang memang mempunyai minat untuk menjadi seorang pendidik, yang nantinya dapat menjadi seorang guru atau dosen.
FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta terdiri dari program studi pendidikan matematika, pendidikan biologi, pendidikan kewarganegaraan, pendidikan bahasa Indonesia, pendidikan geografi, pendidikan bahasa Inggris dan pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan. Perlu diketahui ada salah satu mata kuliah yang digunakan sebagai syarat untuk mengikuti program magang yaitu microteaching.
Bagi  seorang calon guru pasti tidak akan asing lagi mengenai program microteaching dan magang. Kedua kegiatan itu sebagai senjata yang sangat penting bagi calon guru di seluruh Indonesia. Microteaching adalah salah satu mata kuliah yang harus ditempuh oleh mahasiswa FKIP untuk melakukan praktik mengajar dalam lingkup kecil. Artinya, bahwa calon guru melakukan proses pembelajaran dengan jumlah siswa terbatas, waktu singat dan materi yang dipersempit.
Sebelum praktik mengajar, mahasiswa harus menyusun perangkat pembelajaran. Seperti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau RPP dan silabus yang dapat digunakan sebagai pedoman calon guru saat proses pembelajaran berlangsung. Keterampilan dasar ini sebagai proses pembelajaran bagi calon guru yang berjalan sesuai dengan tujuan pendidikan. Kegiatan microteaching bertujuan untuk memberikan pengalaman kepada calon guru untuk mengajar secara profesional dan memberikan persiapan untuk terjun langsung ke lapangan sekolah ketika sudah mempunyai ijazah sarjana.
Magang sebagai salah satu kegiatan yang diadakan oleh kampus. Magang di lingkungan kampus sering dikenal dengan PLP. Pengenalan Lapangan Persekolahan yang sering disingkat PLP merupakan mata program wajib yang harus di tempuh oleh mahasiswa FKIP untuk mendapatkan gelar sarjana. Pengenalan lapangan persekolahan (PLP) terbagi menjadi  dua tahap yaitu tahap I dan II. Pengenalan lapangan persekolahan (PLP) tahap I  FKIP dan FAI dilaksanakan selama 2 minggu pada awal semester 3. Mahasiswa hanya melakukan observasi sekolah yang sudah dijadwalkan oleh kampus. Jadwal untuk satu minggu pertama adalah pengenalan stuktur sekolah yang disampaikan oleh pihak perwakilan sekolah masing-masing. Jadwal untuk satu minggu berikutnya yaitu pengenalan perangkat pembelajaran oleh guru pamong kepada masing-masing progran studi.
Selama dua minggu mahasiwa juga harus memahami lingkungan sekolah. Seperti ruangan apa saja yang ada di sekolah, berapa jumlah ruang kelas, berapa jumlah ruang guru, berapa jumlah kamar mandi, berapa jumlah kantin, bagaimana keadaan laboratorium, bagaimana keadaan perpustakaan, bagaimana keadaan siswa-siswi dan lain-lain. Mahasiswa harus benar-benar memahami dengan jelas dan mendalam.
Setelah kegiatan pengenalan lapangan persekolahan (PLP) I selesai, mahasiswa harus menyusun laporan sesuai format yang sudah ditentukan dan dibimbing oleh dosen lapangan masing-masing program studi. Jika laporan sudah dapat persetujuan dari pihak sekolah dan dosen pembimbing lapangan,laporan langsung diarsipkan ke laboratorium microteaching dan melakukan presentasi artikel ilmiah. Data yang digunakan dalam luaran laporan kegiatan pengenalan lapangan persekolah (PLP) I adalah kegiatan sekolah tempat magang calon guru. Oleh karena itu selama kegiatan pengenalan lapangan persekolahan (PLP) I berlangsung mahasiswa sebagai calon guru harus memahami keadaan lingkungan sekolah dengan baik.
Perlu diketahui bahwa kegiatan pengenalan lapangan persekolah (PLP) I mahasiswa sebagai calon guru tidak diizinkan mengajar di kelas. Kegiatan pengenalan lapangan persekolah (PLP) tahap I dapat memberikan pengetahuan atau gambaran kepada  calon guru untuk kegiatan pembelajaran secara tersusun. Jadi, tujuan dari program magang I adalah membangun kepribadian dan memantapkan kompetensi akademik yang dimiliki oleh calon guru.
Pengenalan lapangan persekolahan (PLP) II merupakan tahap kedua dalam pengenalan lapangan persekolahan untuk mendapatkan gelar sarjana. Pengenalan lapangan persekolahan (PLP) II dilaksanakan oleh mahasiswa sebagai calon guru pada semester tujuh. Waktu pelaksanaan 1,5 bulan, pada akhir bulan Juli-September. Kegiatan PLP II dilaksanan di sekolah mitra yang bekerja sama dengan pihak kampus.
Kegiatan pengenalan lapangan persekolahan (PLP) II mahasiwa sebagai calon guru tidak hanya melakukan observasi tetapi diberi kesempatan untuk melakukan telaah kurikulum, membuat perangkat pembelajaran yang digunakan guru sebagi pedoman untuk mengajar, menelaah strategi pembelajaran, menelaah sistem evaluasi yang digunkan oleh guru untuk penilaian peserta didik, membantu guru pamong untuk (pengembangan media pembelajaran, pengembangkan bahan ajar, menerapkan pembelajaran di kelas), menelaah pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, mendampingi peserta didik melakukan kegiatan ekstrakurikuler seperti (pramuka, tapak suci, palang merah remaja dan kegiatan lainnya), latihan mengajar di kelas dengan bimbingan guru pamong masing-masing program studi yang bertujuan untuk memantapkan jiwa sebagai calon guru dan membantu guru dalam melaksanakan administrasi.
Pengenalan lapangan persekolah (PLP) II calon guru akan lebih aktif dari PLP I, karena calon guru harus menyiapkan tiga rencana pelaksanaan pembelajaran dengan waktu yang singkat. Selain RPP calon guru harus menyiapkan sumber belajar yang lengkap dan menyedikan metode menarik. Calon guru harus benar-benar mempersiapkan diri untuk mengajar secara langsung dengan didampingi guru pamong.
Pengenalan lapangan persekolahan (PLP) II calon guru berstatus sebagai asisten guru. Kegiatan pengenalan lapangan persekolahan (PLP) II lebih menyenangkan daripada PLP I, karena calon guru bisa mendapatkan pengetahuan sekaligus pengalaman sebagai bekal kelak nanti.  Sekolah dapat menggunakan kurikulum 2006 atau kurikulum 2013.
Sebagai calon guru harus mengetahui perbedaan antara kurikulum 2006 dan kurikulum 2013.  Kurikulum 2006 guru lebih aktif daripada siswa, sedangkan kurikulum 2013 guru hanya sebagai fasilitator. Calon guru harus dapat memposisikan diri ketika terjun langsung di sekolah.
Saya lebih setuju penggunaan kurikulum 2006 untuk setiap sekolah, karena guru dapat mempersiapkan diri dengan baik ketika mengajar. Berbeda dengan kurikulum 2013 guru tidak perlu mempersiapkan materi ketika pembelajaran, karena guru hanya pendamping saja. Calon guru dapat menerapkan pengalaman dari kedua kegiatan itu ketika sudah terjun dalam dunia pekerjaan, seperti membuat silabus dan RPP secara terususun serta menentukan sumber belajar yang menarik bagi siswa.
Metode pembelajaran harus dipahami betul oleh calon guru, agar peserta didik mudah untuk memahami kompetensi yang akan dicapai.  Sehingga materi pembelajaran yang sudah dijelaskan oleh guru dapat diimplementasikan di dalam kehidupan sehari-hari.
Program magang atau PLP sudah berjalan sejak lama, sebagai calon guru diharapkan dapat membuka sebuah pemikiran secara luas untuk  ide-ide yang menarik di dunia pendidikan. Kegiatan PLP I dan II sebagai bekal bagi  calon untuk menjadi seorang pendidik yang profesional sesuai dengan tujuan pendidikan yang diingkan.
Jadi, program magang II bertujuan untuk memantapkan kompetensi akademik pendidikan dan mengembangkan kemapuan calon guru dalam pembuatan RPP yang berkaitan dengan mata pelajaran. Mahasiswa sebagai calon guru diharapkan mempunyai keterampilan, pengetahuan dan tingkah laku yang mencerminkan guru profesional sesuai dengan bidangnya. Sehingga, mahasiswa calon guru dapat diarahkan untuk mendapatkan bekal secara langsung di sekolah tertentu.
Manfaat program magang bagi calon guru yaitu mendapatkan pengalaman bidang manajemen sekolah, mendapatkan pengalaman melalui pengamatan proses pembelajaran di kelas, mendapatkan pengalaman untuk membangun kompetensi (pedagogik, profesional, kepribadian dan sosial) di sekolah, memperoleh pengalaman keterampilan untuk melaksanakan proses pembelajaran dan memberikan kesempatan kepada calon guru untuk berperan sebagai fasilitator dan motivator untuk peserta didik. Jika mahasiswa calon guru telah melaksanakan magang, artinya calon guru dapat melihat proses kerja secara langsung. Bisa saja mahasiswa calon guru terlibat dalam mengerjakan tugas-tugas sebagaimana karyawan lainnya.
Melalui program magang mahasiswa akan mengetahui masalah-masalah yang timbul di dalam kelas. Mahasiswa calon guru dapat belajar mengatasi masalah yang sedang terjadi dalam mengerjakan tugas, karena guru pamong membimbing dalam melaksanakan pekerjaan. Terkadang guru terlihat ragu-ragu ketika menyampaikan ilmu kepada peserta didik, melalui program magang mahasiswa calon guru diharapkan untuk percaya dalam menyampaikan wawasan dan mengambil keputusan. Pengalaman magang yang sangat luar biasa, dapat diterapkan calon guru dalam dunia kerja.




No comments:

Post a Comment