Monday, January 13, 2020

Liputan Umum Majalah Espresso


KENIKMATAN KEDAI KOPI YANG TERSEMBUNYI
KOPI JIWAN, LAWEYAN KOPI

Kopi, ketika anda mendengar kata ini mungkin sudah tidak asing lagi. Ya, kopi merupakan minuman yang lagi digandrungi banyak anak muda. Namun, tidak hanya anak muda yang menyukai kopi. Banyak orang yang mencintai kenikmatan cita rasa sebuah kopi. Tak ayal banyak anak muda zaman sekarang yang memanfaatkan sebuah kopi untuk dijadikan bisnis ataupun kerja sampingan. Mereka membuka cafe ataupun kedai kopi untuk menarik perhatian anak muda pencinta kopi, menyediakan tempat nongkrong yang asyik bagi anak muda. Tempat berbagi cerita, mengerjakan tugas sekolah ataupun kuliah, bahkan untuk kegiatan temu kangen atau reuni.
Sebagaian besar cafe atau kedai kopi sering kita temukan di jalan-jalan utama yang dekat dengan keramaian. Namun apakah ada cafe atau kedai kopi yang berada di daerah perkampungan atau jauh dari keramaian? Tentu saja ada. Ya, salah satu kedai kopi yang jauh dari keramaian kota adalah “Kopi Jiwan”. Kedai “Kopi Jiwan” merupakan kedai kopi di daerah Tohudan Wetan, RT.01/RW.04, Colomadu, Karanganyar. “Kopi Jiwan” merupakan kedai kopi yang tersembunyi. Arti dari kata “tersembunyi” adalah tersembunyi tempatnya atau lokasinya. Kedai ini terletak di tengah perkampungan desa Malangjiwan, Colomadu. Cristoporus Arlendito Danor Saputra adalah pemilik kedai kopi ini. Ia berinisiatif mendirikan kedai kopi sejak Desember 2018. Cristoporus berinisiatif mendirikan kedai kopi ini untuk menyediakan tempat nongkrong bagi anak muda.
Tempat nongkrong yang berdiri di depan rumah milik Cristoporus Arlendito Danor Saputra ini tidak terlalu rame pengunjung. Tempatnya juga tampak seperti rumah biasa dan sederhana. Desain tempat kedai ini juga biasa tidak begitu meriah sehingga orang-orang tidak mengetahui secara jelas bahwa rumah tersebut adalah kedai kopi. Meskipun kedai “Kopi Jiwan” ini letaknya di tengah perkampungan desa Malangjiwan yang tergolong jauh dari jalan utama atau keramaian, tetapi letak kedai kopi ini dapat terdeteksi dari google maps. Jadi, jika anda ingin berkunjung ke kedai kopi ini, namun anda belum mengetahui letak “Kopi Jiwan” anda bisa memakai aplikasi goggle maps. 
Letak kedai “Kopi Jiwan” dari kampus 4 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menuju ke Jl. Adi Sucipto, kemudian belok ke kiri kearah barat lurus mengikuti jalan sekitar 3 km hingga sampai di POM bensin Colomadu yang berada di kiri jalan depan Indomaret sisi kanan jalan sebelum De Tjolomadoe. Lalu di samping Indomaret terdapat gang kecil, kemudian masuk ke gang tersebut lurus terus kearah utara, setelah itu ada perempatan belok ke kanan lurus sedikit kemudian sudah sampai di kedai “Kopi Jiwan” yang terletak di kanan jalan.
Cita rasa yang disajikan di kedai “Kopi Jiwan” tak kalah menariknya dengan cita rasa yang disajikan di cafe atau kedai kopi yang ternama atau yang letaknya berada di keramaian. Menu-menu yang disediakan di kedai ini bervariasi, mulai dari kopi jiwan milk coffe, espresso, americano, latte cappuccino, choco coffe, kopi tubruk, kopi tubruk latte, dan masih banyak lagi jenis kopi yang disajikan di kedai ini. Selain itu terdapat menu non coffe seperti chocolate, green tea, orange squash, dan minuman lainnya. Selain itu terdapat menu makanan seperti noodle, french fries, otak-otak ikan dan menu makanan lainnya. Menu yang paling diminati banyak orang adalah Kopi Jiwan Milk Coffe, dan dijadikan sebagai ciri khas menu utama di kedai “Kopi Jiwan”.
“Kopi Jiwan” merupakan kedai kopi yang tersembunyi yang memiliki kenikmatan tersendiri bagi setiap orang yang mengunjunginya. “Kopinya enak, terus tempatnya nyaman untuk nongkrong, jauh dari keramaian kota soalnya kan tempatnya di tengah perkampungan.” kata Miko (24). “Selain itu menu di Kopi Jiwan murah dan tempatnya cocok untuk mabar (main game bareng).” papar Dandy (22). Cita rasa kopi yang mengundang setiap pengunjung yang datang menghadirkan kesan tersendiri bagi setiap orang. Kedai “Kopi Jiwan” ini mulai buka pukul 19.00 – 24.00 WIB.  Saat merintis usaha kedai seperti mendirikan kedai kopi pasti ada pasang surutnya, seperti kadang ramai pengunjung kadang sepi pengunjung. Kedai ini memang tidak terlalu rame pengunjung. “Setiap harinya sekitar 6-10 orang pasti ada, dari kalangan remaja desa disini, kalangan pelajar atau mahasiswa sekadar buat ngerjain tugas atau ngobrol sama temannya” papar Djati (20) yang merupakan barista di kedai “Kopi Jiwan”.
Kedai kopi selanjutnya yang terletak jauh dari jalan utama adalah “Laweyan Kopi”. “Laweyan Kopi” merupakan kedai kopi yang terletak di dekat flyover  Manahan, Solo. Tepatnya di Jl. Soka Road No. 1, Badran, Purwosari, Laweyan, Surakarta. Letaknya sedikit menjorok ke dalam gang, sehingga menjadikan kedai ini menjadi salah satu kedai kopi yang tersembunyi juga. “Laweyan Kopi” letaknya tidak di jalan utama yang jauh dari keramaian menyebabkan sebagian orang tidak mengetaui tempat ini. Selain itu plakat yang dipasang di kedai ini cukup kecil dan hanya bertuliskan huruf “L” saja, membuat orang tidak tahu.
Lokasi kedai “Laweyan Kopi” dapat ditempuh dari kampus 1 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)  ke arah timur menuju Jl. Slamet Riyadi lurus terus sampai di perempatan lampu merah Sala View Hotel, belok ke arah kiri lurus terus mengikuti jalan, sekitar 4 km, kemudian sampai di kedai “Laweyan Kopi”. Kemudian kedai ini berada di timur jalan. Tempatnya sedikit menjorok ke dalam gang, lebih tepatnya di pojok jalan masuk diantara dua gang. “Laweyan Kopi” dapat ditempuh dengan menggunakan google maps juga. Jika anda belum mengetahui lokasi kedai ini, anda dapat menggunakan aplikasi google maps yang siap memberikan petunjuk jalan untuk anda agar sampai di keda “Laweyan Kopi”.
“Laweyan Kopi” dirintis oleh tiga orang, jadi pemilik kedai kopi ini ada tiga orang. Pemiliknya yaitu Virgo Manggala, Mohammad Eno, dan Imung Fajar. Mereka bertiga merintis usaha kedai kopi ini sebagai pekerjaan sampingan di luar pekerjaan utamanya. Sebelum dijadikan kedai kopi, tempat ini awalnya sebuah kos-kosan yang sudah tidak dipakai lagi. Hingga pada bulan April 2018 didirikan kedai “Laweyan Kopi” ini. Kedai ini didirikan dengan tujuan menyediakan tempat nongkrong bagi penikmat kopi maupun tidak, selain itu memanfaatkan tempat yang sudah tidak dipakai lagi dan sebagai usaha sampingan untuk menambah pemasukan.
Kedai ini sangat cocok untuk para pekerja yang ingin sekadar ngopi ataupun menghilangkan penat. Selain itu kedai ini walaupun jauh dari keramaian, dapat dijadikan pilihan untuk mengerjakan tugas sekolah ataupun kuliah. Banyak menu yang disajikan di “Laweyan Kopi” ini ada kopi nusantara, ice blend, latte, L signature, kopi L, greentea latte, taro milk, dan berbagai snack. Namun diantara semua menu yang ada, menu yang paling diburu pembeli adalah L signature, kopi L, greentea latte, taro milk.
Setiap usaha tentu ada suka dukanya. Menurut salah satu owner kedai kopi ini, suka duka merintis usaha kopi mungkin sama dengan usaha-usaha lainnya, yaitu pasang surutnya pembeli karena semakin bertambahnya kedai kopi atau tempat-tempat nongkrong baru di kota Solo. Kedai “Laweyan Kopi” ini buka mulai pukul 16.00 – 24.00 WIB. Pengunjung di “Laweyan Kopi” sekitar 20-30 orang per harinya.  Walaupun kedai kopi ini jauh dari jalan utama dan keramaian, namun tidak mengubah keinginan pengunjung untuk mengunjungi kedai kopi ini.
Sebagai pembanding kedai kopi yang letaknya tersembunyi dengan kedai kopi yang letaknya di keramaian adalah “Solo Kopi”. “Solo Kopi” merupakan cafe yang didirikan sejak tahun 2018. Cafe ini terletak di Jl. Adi Sucipto, No. 31A, Blulukan, Colomadu, Karanganyar. Letak cafe yang menyediakan berbagai jenis kopi ini sangat strategis karena berada di jalan utama yang sangat ramai. Apalagi ditambah dengan Hotel Alana yang berdiri megah di seberang cafe ini, tepatnya di depan cafe “Solo Kopi” ini.
Pemilik cafe ini bernama Mieke Nugrahani Sudibyo, menurut Mieke tujuan ia mendirikan kedai ingin mencoba tantangan baru di dunia food and beverage. Mieke juga menjelaskan bahwa “Solo Kopi” tidak hanya menyediakan menu kopi saja, melainkan juga menyajikan menu makanan ringan seperti mendoan, french fries, corn dog, hot dog, burger, roti bakar, sosis, dan masih banyak lagi. Namun menu utama yang diburu pembeli adalah single origins dan espresso based. Daftar harga menu di cafe ini mulai dari Rp.22.000,00 hingga Rp. 35.000,00.
“Solo Kopi” dapat ditempuh dari kampus 4 Universitas Muhammmadiyah Surakarta (UMS) menuju ke arah utara di Jl. Adi Sucipto, lalu belok ke timur sekitar 200 meter. Cafe ini berada di kanan jalan tepat di depan Hotel Alana. Lokasinya yang strategis, membuat “Solo Kopi” ini ramai pengunjung. Selain itu desain tempatnya yang begitu instagramble, menjadikan tempat ini diburu anak muda yang suka berfoto-foto kemudian mengupdatenya ke sosial media. Banyak kalangan menengah ke atas yang mengunjungi “Solo Kopi” ini. Cafe ini sangat cocok untuk tempat nongkrong anak muda. Pengunjung setiap harinya rata-rata 70 orang. Pengunjung yang sering datang dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga keluarga. Cafe “Solo Kopi” buka mulai pukul 08.00 – 24.00 WIB. Suka duka merintis cafe kopi ini adalah butuh modal yang sangat besar.
Kenikmatan kedai kopi yang tersembunyi seperti “Kopi Jiwan” dan “Laweyan Kopi” letaknya memang berbeda jauh dengan cafe “Solo Kopi” yang berada di tengah keramaian kota, namun soal cita rasa tidak jauh berbeda dengan cafe kopi yang tempatnya berada di keramaian. Soal cita rasa semua tergantung dengan orang masing-masing. Kedai kopi yang terletak jauh dari keramaian atau berada di tengah perkampungan seperti “Kopi Jiwan” memiliki kenikmatan tersendiri bagi orang-orang yang mengunjungi kedai “Kopi Jiwan”. Begitupun dengan kedai kopi “Laweyan Kopi”, walaupun letaknyan tidak berada di jalan utama atau berada di tengah hiruk pikuk suasana kota, namun kedai ini juga memberikan kenyamanan tersendiri bagi orang-orang yang mengunjunginya.


No comments:

Post a Comment